Cerpen ibu sedih


Aku lahir dalam lingkungan keluarga yang kaya raya,  ya sangat kaya.  Namun bukan diriku, melainkan paman dan bibi bibi ku.  Hanya keluarga kecil ku yang miskin,  selalu kami di cela dengan kesombongan keluarga besar kami.  Kami di rendahkan karena kami tinggal di rumah yang jelek. Aku malu ketika hari raya semua berkumpul dengan mobil mewah dan pakaian bagus.  Sedangkan kami hanya mampu beli baju baru setahun sekali.  Ibu ku memiliki kedua mata yang cacat,  aku tidak pernah mengijinkan nya mengambil rapor ku dari sd.  Ayahku selalu datang mengambilnya dengan bangga karena aku selalu dapat juara.  Hanya aku satu satu nya harta yang bisa mereka banggakan.  Itu membuatku menjadi sosok yang manja dan tidak pernah bersyukur.
Suatu hari, aku melihat sebuah handphone yang bagus.  Teman temanku memiliki yang lebih canggih, tapi aku hanya punya hp dg ram 500 mb.  Aku meminta itu pada ayah ku, padahal ayah dan ibuku tidak menggunakan hp. Ayahku "bilang nanti ya sayang" . Aku marah padanya. "ayah,  apa pernah aku ini minta motor!  Minta laptop!  Ngga yah ngga pernah.  Aku cuma minta hp dengan harga 2 jt.  Segitu pun ayah ga mau belikan.  Ayah liat teman teman ku,  mereka bahkan punya lebih dari 1 hp yg canggih"
Ayahku hanya terdiam dan masuk ke kamar.  Seminggu kemudian dia pulang dengan sangat kotor.  Dia sangat hitam,  ibu ku juga sangat kucel begitu hitam.  Hingga semua orang tidak percaya jika aku anak mereka,  aku yang pandai, putih,  dan sangat cantik.  Aku masih marah terhadap mereka,  aku langsung masuk ke kamar dengan alaskan tikar.  Ayahku menaruh sebuah kotak di sampingku dengan sepucuk surat.
"sayang,  ini yang kamu minta.  Maaf sayang,  ayah baru bisa belikan.  Ini dari hasil jual kambing sayang.  Semoga kamu tidak malu lagi terhadap teman teman mu. "
Aku sangat senang namun aku hanya diam memainkan hp baru ku.  Di tengah malam aku pergi ke kamar mandi, terdengar suara rintihan tangisan dan bisik bisik.  Ku intip lewat lubang pintu,  itu ibu ku.  Ibu ku menangis sambil meremas perutnya,  ku pikir dia hanya magg jadi aku langsung tidak peduli.
Sebulan kemudian aku masuk sma, aku sangat populer di antara pria.  Tak sulit untuk menemukan pacar yang tampan dan kaya.  Sepulang sekolah aku pacaran, sering aku meminta uang jajan lebih.  Ketika aku kelas dua sma, aku kaget saat banyak orang di depan rumahku.  Tumben, biasanya mereka jijik dekat dengan rumahku.  Pikirku dalam hati.  Aku masuk tanpa memberi salam pada mereka, ternyata ibu ku sudah tidak sadarkan diri.  Aku bertanya tanya,  ada apa dengan dia. Aku bicara dengan ayahku.
"sayang...  Sudah dari kami menikah ibumu sakit batu ginjal dan batu empedu. Ketika ibu mu mengandungmu,  dia sangat berharap punya anak yang cantik dan pintar.  Ibu mu dulu sangat cantik, semua lelaki tergila gila padanya.  Ayah bangga ibumu memilih ayah, dia sangat baik hati nak.  Diumur mu yang ketiga ayah membawamu jalan jalan ke kebun,  terjadilah sebuah kecelakaan ketika kamu minta turun dari gendongan ayah,  kamu tersembur ular di bagian wajah.  Bisa ular mengenai matamu, kami berdua berlomba memberikan mata kami untukmu sayang,  namun yang cocok adalah mata ibumu. Kamu memang jiplakan ibumu yang sangat cantik. Mata yang kamu gunakan adalah miliknya yang selalu membuat mu malu.  Dia selalu meraba tanah dan dinding ke kamarmu.  Meraba muka dan tubuh serta rambutmu.  Dia menangis senang,  betapa sempurna anakku ini, dia berdoa agar kamu sukses dan menikah dengan pria baik.  Sering kali ibumu menahan sakit di perutnya karena batu ginjal dan bati empedu nya. Kami tidak punya uang untuk berobat nak, yang terpenting bagi kami adalah kamu dapat bersekolah dan tidak ketinggalan jaman dengan temanmu.  Melihatmu bahagia dan bersinar membuat kami sangat bahagia di tengah letih dan sakit nya kami.  Nak, ibu mu sedang sakit parah sampai tidak sadar,  datangilah dia.  Peluklah dia sekali saja.  Dia sangat ingin itu dari dulu"
Air mata ku menetes tanpa bendungan dan peringatan.  Langsung aku peluk ibuku dan mencium i dirinya. Airmataku telah membasahi baju ibuku.  Semua orang disana ikut menangis melihatku.  Aku pegang erat tangannya dan aku memohon pada tuhan untuk memberikan kesempatan bagiku membuat ibuku tersenyum.  Tak lama kemudian pak rt dayang dengan mobil mengantar ibuku ke rumah sakit.  Ayahku menjual kebun warisan untuk membayar operasi ibu.  Bergetar kaki dan tanganku menunggu operasi,  air mata ku sudah habis dan tinggal lah aku yang tersedak sedak menahan tangis an.  Mataku perih terlalu banyak menangis,  buram aku melihat dokter keluar ruang operasi dan mengatakan operasi lancar,  Aku lega dan bersujud syukur. Setelah ibu sadar aku tertidur, dia membelai rambutku dan membuatku kaget.  "maaf nak ibu membangunkanmu" suara nya lirih.  Aku mohon ampun pada nya dan mencium tangannya, "maafkan aku ibu, ayah..  Aku telah buta dengan kasih sayang kalian, aku tidak dapat menempatkan dan sadar siapa kah aku.  Kalian adalah contoh pribadi yang aku banggakan.  Aku bangga memiliki kalian.  Maaf kan aku ayah ibu.  Aku tau ibu selalu menangis karena ingin mengambil raporku dengan bangga.  Aku tau ayah selalu susah tidur karena pegal pegal.  Namun aku memilih membutakan mataku dengan keadaan iti dan berharap kalian bukan orang tuaku.  Maaf kan aku ayah ibu,  aku berjanji selalu bersyukur dan membanggakan kalian.  Suatu hari aku akan sukses ayah ibu,  tunggulah"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

curriculum vitae