Cerpen ibu sedih
Aku lahir dalam lingkungan keluarga yang kaya raya, ya sangat kaya. Namun bukan diriku, melainkan paman dan bibi bibi ku. Hanya keluarga kecil ku yang miskin, selalu kami di cela dengan kesombongan keluarga besar kami. Kami di rendahkan karena kami tinggal di rumah yang jelek. Aku malu ketika hari raya semua berkumpul dengan mobil mewah dan pakaian bagus. Sedangkan kami hanya mampu beli baju baru setahun sekali. Ibu ku memiliki kedua mata yang cacat, aku tidak pernah mengijinkan nya mengambil rapor ku dari sd. Ayahku selalu datang mengambilnya dengan bangga karena aku selalu dapat juara. Hanya aku satu satu nya harta yang bisa mereka banggakan. Itu membuatku menjadi sosok yang manja dan tidak pernah bersyukur. Suatu hari, aku melihat sebuah handphone yang bagus. Teman temanku memiliki yang lebih canggih, tapi aku hanya punya hp dg ram 500 mb. Aku meminta itu pada ayah ku, padahal ayah dan ibuku tidak menggun...